Monday, June 15, 2009

PEMBELAJARAN KREATIF DAN INOVATIF UNTUK MEWUJUDKAN S1 PGSD SNBI BERTARAF INTERNASIONAL

honest comunity of SNBI A SWCU

PEMBELAJARAN KREATIF DAN INOVATIF UNTUK MEWUJUDKAN S1 PGSD SNBI BERTARAF INTERNASIONAL

Mohammad Alwi

Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga

( FKIP S1 PGSD Jurusan Sekolah Bertaraf Internasional )

E-mail : alwierosaltigo@yahoo.co.id

Abstrak

Kajian artikel ini terkait dengan pembelajaran kreatif dan inovatif untuk mewujudkan S1 PGSD-BI Bertaraf Internasional di Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga. Pembangunan pendidikan kita harus mengantisipasi kecenderungan-kecenderungan global yang akan terjadi. Persaingan antar universitas dalam membuka dan mengelola program unggulan khususnya Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan sekolah dasar yang bertaraf internasional. Problem dan tantangan kita akan semakin gencar menyertainya, oleh karenanya perlu adanya strategi-strategi untuk menghadapi tantangan itu sehingga universitas tercinta kita ini akan tetap dipercaya masyarakat dan menciptakan lulusan yang berkompeten di era globalisasi. Spesifikasi kajian di fokuskan pada : ( 1 ) kurikulum yang diterapkan sebagai sumber tuntutan peningkatan mutu pendidikan bertaraf internasional, ( 2 ) peran dosen untuk kreatif dan inovatif dalam pembelajaran sebagai jawaban tuntutan bertaraf internasional, dan ( 3 ) manajemen pendidikan yang mendukung perwujudan program S1 PGSD SNBI dalam menerapkan kegiatan belajar mengajar bertaraf internasional.

Hasil menegaskan bahwa orientasi pendidikan suatu bangsa akan menunjukkan bagaimana praktek pendidikan berlangsung, dan pada tahap berikutnya akan dapat dijadikan dasar utuk meramalkan kualitas lulusan yang diciptakan oleh praktek pendidikan tesebut.. Setiap orientasi pendidikan dapat dikaji berdasarkan empat dimensi yang ada, yakni dimensi mahasiswa, dimensi peran dosen, dimensi materi pengajaran dan dimensi manajemen pendidikan. Masing-masing dimensi mempunyai dua kutub ekstrim yang terentang secara kontinyu.

Dimensi peran dosen akan sangat menentukan sejauhmana mutu pendidikan tersebut dapat ditingkatkan. Hal tersebut didasarkan pada anggapan bahwa dosen / guru merupakan manajer dari sebuah pembelajaran di kelas. Artinya mutu pembelajaran akan sangat ditentukan oleh sejauhmana dosen tersebut mampu mengelola pembelajaran. Kreativitas dosen dalam mengelola pembelajaran akan memberikan dampak sejajar terhadap mutu pembelajaran. Begitu pula halnya dengan peran manajemen pendidikan akan sangat dituntut untuk memiliki sistem layanan yang prima dalam mendukung program yang berdaya unggul, sehingga mampu menghasilkan sistem layanan pendidikan yang bertaraf internasional.


1 comment:

silahkan komentar anda thanks...